Saham Bank Mandiri Turun 0,95%, Bersamaan Polemik Rekening Mas Botok

Foto : Ilustrasi

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode emiten BMRI tercatat melemah pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, ketika bank tersebut tengah menjadi sorotan akibat polemik rekening milik Supriyono alias Mas Botok.

Berdasarkan data perdagangan yang dilaporkan, saham BMRI turun 40 poin atau sekitar 0,95% ke level Rp4.190 per saham. Pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, saham Bank Mandiri ditutup di level Rp4.220.

Bacaan Lainnya

Penurunan tersebut terjadi ketika pemberitaan mengenai rekening Mas Botok ramai diperbincangkan.

Rekening tersebut diketahui menampung dana donasi masyarakat yang dikaitkan dengan rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta.

Rekening Berisi Puluhan Juta Rupiah

Rekening atas nama Supriyono alias Botok dilaporkan memiliki dana sekitar Rp80 juta hingga Rp80,9 juta.

Dana tersebut dihimpun dari masyarakat dan disebut akan digunakan untuk kebutuhan peserta aksi AMPB yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Polemik muncul setelah transaksi pada rekening tersebut tidak dapat digunakan sebagaimana biasanya.

Bank Mandiri kemudian memberikan penjelasan bahwa tindakan terhadap rekening dilakukan berdasarkan permintaan aparat penegak hukum.

Bank juga menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah atas ketidaknyamanan yang muncul.

Polisi Luruskan Istilah Pemblokiran

Perkembangan terbaru datang dari Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya surat dari penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kepada Bank Mandiri.

Namun, polisi menegaskan bahwa surat tersebut berkaitan dengan penundaan transaksi, bukan pemblokiran rekening.

Menurut kepolisian, penundaan transaksi dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan terhadap aliran dana yang masuk ke rekening tersebut.

Klarifikasi tersebut menjadi penting karena istilah “pemblokiran rekening” dan “penundaan transaksi” dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

Bagaimana dengan Saham BMRI?

Di tengah polemik tersebut, saham Bank Mandiri memang mengalami penurunan pada perdagangan Senin.

Namun, belum ada data yang menunjukkan bahwa penurunan sebesar 0,95% tersebut secara langsung disebabkan oleh polemik rekening Mas Botok.

Pergerakan harga saham dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, sentimen investor, kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, hingga transaksi jual-beli investor.

Karena itu, menyebut polemik rekening sebagai penyebab langsung turunnya saham BMRI membutuhkan bukti lebih lanjut.

Yang dapat dipastikan adalah penurunan saham tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap persoalan rekening tersebut.

Bank Mandiri Tetap Sorotan

Kasus ini membuat Bank Mandiri mendapat perhatian publik karena menyangkut rekening nasabah dan permintaan aparat penegak hukum.

Bank sebelumnya menyatakan tetap berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan, serta prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan perbankan.

Sementara itu, masyarakat masih menunggu perkembangan penyelidikan mengenai aliran dana yang menjadi alasan dilakukannya penundaan transaksi.

Investor Perlu Melihat Lebih dari Satu Hari Perdagangan

Bagi investor, penurunan BMRI sebesar 0,95% dalam satu sesi belum cukup untuk menyimpulkan adanya perubahan fundamental terhadap Bank Mandiri.

Pergerakan saham pada hari berikutnya juga akan menjadi indikator apakah pelemahan tersebut hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi tren.

Di sisi lain, perkembangan kasus rekening Mas Botok juga masih berlangsung.

Dengan adanya perbedaan istilah antara “pemblokiran” dan “penundaan transaksi”, informasi resmi dari Bank Mandiri dan aparat penegak hukum akan menjadi penting untuk memastikan publik memperoleh gambaran yang utuh.

Sumber Informasi : fu.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *