TAUKINI.COM – Pemilu 2029 dinilai dapat menjadi salah satu ujian penting bagi keberlanjutan pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi setelah tidak lagi berada di pemerintahan.
Pengamat politik Selamat Ginting menilai kontestasi politik lima tahunan tersebut akan menjadi momentum penting untuk melihat seberapa kuat pengaruh Jokowi masih bertahan.
Menurut Selamat, salah satu hal yang akan menjadi perhatian adalah peluang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk masuk ke parlemen.
PSI Jadi Salah Satu Kunci
Dalam analisisnya, Selamat menilai Jokowi memiliki sumber daya politik yang cukup besar dan akan berupaya mendorong PSI agar dapat memperoleh posisi di parlemen.
Keberadaan PSI di DPR, menurut analisis tersebut, dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertahankan pengaruh politik yang selama ini dikaitkan dengan Jokowi.
Namun, pandangan tersebut tetap merupakan analisis politik dan bukan kepastian mengenai hasil Pemilu 2029.
Hasil pemilu pada akhirnya ditentukan oleh suara pemilih serta mekanisme pemilu yang berlaku.
Kaesang Bersiap Maju pada Pemilu 2029
Perhatian terhadap PSI juga tidak dapat dilepaskan dari posisi Kaesang Pangarep.
Kaesang, putra bungsu Jokowi sekaligus Ketua Umum PSI, telah menyatakan dirinya siap maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029 dari Daerah Pemilihan V Jawa Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Solo pada Juli 2026.
Langkah tersebut membuat kiprah PSI pada Pemilu 2029 semakin menarik untuk diamati.
Jika Kaesang maju dan PSI mampu memperoleh kursi di parlemen, keduanya akan menjadi bagian penting dari peta politik keluarga Jokowi setelah berakhirnya masa kepresidenan Jokowi.
Jokowi Tidak Memegang Jabatan Resmi di PSI
Meski hubungan politik Jokowi dengan PSI menjadi sorotan, ada satu fakta yang perlu dibedakan.
Jokowi bukan anggota PSI dan tidak memegang jabatan resmi di partai tersebut. Namun, sejumlah analis melihat aktivitas politik Jokowi bersama PSI sebagai bagian dari upaya mempertahankan pengaruh politik menjelang 2029.
Jokowi sebelumnya juga menunjukkan dukungan terhadap target PSI untuk masuk parlemen.
Dalam kunjungannya ke Lampung pada Juni 2026, Jokowi menyatakan optimistis PSI dapat lolos ke Senayan dan menyebut target partai tersebut lebih besar daripada sekadar lolos parlemen.
Pengaruh Jokowi Tidak Otomatis Menentukan Hasil Pemilu
Meski demikian, pengaruh seorang tokoh tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan politik.
CNA mencatat bahwa sejumlah kandidat yang pernah memperoleh dukungan Jokowi pada Pilkada 2024 tidak semuanya berhasil memenangkan kontestasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh politik seorang tokoh tetap memiliki batas.
Karena itu, Pemilu 2029 akan menjadi ujian bukan hanya bagi PSI, tetapi juga bagi kemampuan jaringan politik Jokowi mempertahankan dukungan di tengah perubahan peta politik nasional.
Dinasti Politik Masih Menjadi Perdebatan
Istilah dinasti politik sendiri masih menjadi bagian dari perdebatan politik di Indonesia.
Kehadiran sejumlah anggota keluarga Jokowi dalam politik menjadi salah satu alasan munculnya istilah tersebut. Namun, apakah kondisi itu dapat disebut sebagai dinasti politik atau tidak merupakan persoalan analisis dan perdebatan politik.
Karena itu, istilah tersebut sebaiknya tidak digunakan sebagai fakta hukum.
Yang lebih konkret untuk diamati adalah bagaimana performa PSI, pencalonan Kaesang, posisi Gibran Rakabuming Raka, serta hubungan politik Jokowi dengan berbagai kekuatan politik menjelang Pemilu 2029.
2029 Akan Menjadi Ujian
Pada akhirnya, Pemilu 2029 akan menjadi salah satu momen penting untuk mengukur kekuatan politik pasca-Jokowi.
Jika PSI berhasil masuk parlemen dan jaringan politik keluarga Jokowi tetap memperoleh dukungan publik, pengaruh tersebut berpotensi terus berlanjut.
Sebaliknya, jika dukungan politik menurun atau PSI gagal mencapai targetnya, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa pengaruh politik Jokowi tidak lagi sekuat ketika dirinya masih berada di kursi kepresidenan.
Namun, semua itu masih berupa proyeksi.
Satu hal yang pasti, pertarungan politik menuju 2029 sudah mulai menarik perhatian jauh sebelum masa kampanye resmi dimulai.



