TAUKINI.COM – Target John Herdman membawa Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030 mulai mendapat sorotan setelah Skuad Garuda gagal melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026.
Pengamat sepak bola nasional Anton Sanjoyo atau yang akrab disapa Bung Joy menilai pelatih asal Inggris tersebut sebaiknya lebih dahulu membangun Timnas Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara elite Asia.
Bung Joy bahkan meminta Herdman tidak terlalu cepat berbicara mengenai Piala Dunia.
Menurutnya, pekerjaan utama Herdman saat ini adalah meningkatkan level permainan Indonesia agar mampu menghadapi tim-tim kuat di Asia.
Target Piala Dunia 2030
Sejak awal menangani Timnas Indonesia, Herdman memang membawa target jangka panjang.
Dalam sebuah konferensi pers menjelang pertandingan ASEAN Championship 2026, Herdman menegaskan bahwa Piala Dunia 2030 merupakan salah satu tujuan utama yang ingin dicapai bersama Indonesia.
Menurut Herdman, turnamen seperti ASEAN Championship dan Piala Asia merupakan bagian dari proses untuk membangun tim menuju target yang lebih besar.
Dengan demikian, kegagalan di turnamen regional tidak serta-merta berarti target Piala Dunia tersebut berubah.
Pengamat Minta Fokus ke Elite Asia
Bung Joy memiliki pandangan berbeda.
Ia menilai Timnas Indonesia masih memiliki pekerjaan besar untuk bisa disebut sebagai tim yang mampu bersaing di level elite Asia.
Menurutnya, pertandingan melawan Vietnam menjadi salah satu contoh yang menunjukkan masih adanya kesenjangan kualitas.
Ia juga berharap Indonesia nantinya mampu menghadapi negara seperti Jepang, Australia dan Korea Selatan dengan selisih kekalahan yang tidak terlalu besar.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa menurut Bung Joy, peningkatan level Asia seharusnya menjadi prioritas sebelum Indonesia terlalu jauh membicarakan Piala Dunia.
Kedalaman Skuad Jadi Sorotan
Selain kualitas pemain utama, Bung Joy juga menyoroti kedalaman skuad.
Menurut dia, kualitas pemain pelapis Indonesia masih belum cukup untuk menjaga level permainan ketika pemain utama tidak tersedia.
Persoalan kedalaman skuad menjadi penting karena kompetisi internasional membutuhkan lebih dari sekadar sebelas pemain utama.
Cedera, akumulasi kartu, rotasi, maupun jadwal pertandingan dapat membuat pelatih harus mengandalkan pemain pelapis.
Karena itu, pembangunan skuad yang lebih dalam menjadi salah satu pekerjaan penting Herdman.
Target Besar Tetap Dibutuhkan
Meski kritik terhadap target Piala Dunia muncul, bukan berarti Indonesia harus meninggalkan ambisi tampil di kompetisi terbesar dunia.
Target jangka panjang justru dapat menjadi arah pembangunan sepak bola nasional.
Herdman sendiri memiliki pengalaman membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Ia kemudian ditunjuk PSSI untuk menangani Timnas Indonesia mulai Januari 2026.
Pemerintah juga telah menyatakan dukungan terhadap persiapan Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
Yang menjadi perdebatan adalah bagaimana target tersebut dicapai.
Elite Asia Bisa Menjadi Tolok Ukur
Jika ingin kembali berbicara mengenai Piala Dunia, kemampuan bersaing di level Asia dapat menjadi salah satu tolok ukur penting.
Indonesia perlu menghadapi tim-tim dengan kualitas lebih tinggi secara konsisten, bukan hanya mengandalkan hasil bagus di kawasan Asia Tenggara.
Karena itu, kritik Bung Joy dapat dilihat sebagai dorongan agar pembangunan Timnas Indonesia dilakukan secara bertahap.
Target Piala Dunia tetap menjadi tujuan besar, tetapi performa di level Asia akan menjadi salah satu ujian penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan Garuda.
Pada akhirnya, keputusan mengenai target dan program Timnas Indonesia tetap berada pada PSSI dan tim kepelatihan.
Yang jelas, perdebatan mengenai target Herdman menunjukkan bahwa ekspektasi terhadap Timnas Indonesia kini semakin tinggi.


