TAUKINI.COM — Menabung sering terasa sulit bagi orang yang memiliki penghasilan terbatas. Setelah menerima gaji, sebagian besar uang biasanya langsung digunakan untuk kebutuhan makan, transportasi, tagihan, hingga kebutuhan keluarga.
Kondisi tersebut membuat banyak orang merasa tidak memiliki uang yang bisa disisihkan.
Padahal, menabung tidak selalu harus dimulai dengan nominal besar. Kebiasaan menyisihkan uang dapat dimulai dari jumlah yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
1. Ketahui Jumlah Pemasukan
Langkah pertama adalah mengetahui berapa sebenarnya uang yang tersedia setiap bulan.
Catat seluruh pemasukan, termasuk gaji dan penghasilan tambahan jika ada.
Setelah mengetahui jumlah pemasukan, seseorang akan lebih mudah menentukan batas pengeluaran dan jumlah yang realistis untuk ditabung.
2. Catat Pengeluaran
Jangan hanya mencatat tagihan besar.
Pengeluaran kecil seperti membeli minuman, makanan ringan, biaya transportasi tambahan atau belanja online juga perlu diperhatikan.
Pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali dapat mengambil porsi cukup besar dari uang bulanan.
Dengan mencatatnya, seseorang dapat mengetahui pengeluaran mana yang sebenarnya bisa dikurangi.
3. Mulai dari Nominal Kecil
Tidak perlu langsung menetapkan target tabungan yang terlalu tinggi.
Jika kemampuan keuangan terbatas, mulailah dengan nominal kecil tetapi konsisten.
Misalnya, seseorang memilih menyisihkan Rp10.000 setiap hari atau nominal tertentu setiap kali menerima penghasilan.
Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan tanpa mengganggu kebutuhan utama.
4. Pisahkan Uang Tabungan
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampurkan uang tabungan dengan uang belanja.
Ketika semuanya berada dalam satu rekening atau dompet, uang yang seharusnya disimpan lebih mudah terpakai.
Karena itu, buat tempat khusus untuk tabungan. Setelah menerima penghasilan, sisihkan uang sesuai target sebelum digunakan untuk pengeluaran lain.
5. Tentukan Tujuan Menabung
Menabung akan lebih mudah dilakukan jika memiliki tujuan yang jelas.
Misalnya untuk membeli HP baru, biaya pendidikan, modal usaha, liburan, atau dana darurat.
Target yang spesifik dapat membantu seseorang mengetahui berapa uang yang ingin dikumpulkan dan dalam jangka waktu berapa lama.
6. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting
Bukan berarti seluruh kebutuhan hiburan harus dihilangkan.
Namun, coba periksa kembali pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
Misalnya terlalu sering membeli makanan di luar, berlangganan layanan yang jarang digunakan, atau melakukan pembelian impulsif.
Uang dari pengeluaran yang berhasil dikurangi dapat dialihkan sebagian untuk tabungan.
7. Jangan Menunggu Uang Sisa
Salah satu alasan seseorang gagal menabung adalah menunggu sampai akhir bulan.
Masalahnya, uang sering sudah habis sebelum waktu tersebut tiba.
Karena itu, menyisihkan uang di awal setelah menerima penghasilan dapat menjadi strategi yang lebih mudah dilakukan.
Jumlahnya tidak harus besar. Sesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
8. Jangan Berutang demi Menabung
Menabung memang penting, tetapi jangan sampai seseorang mengambil utang baru hanya untuk terlihat memiliki tabungan.
Jika memiliki utang dengan beban bunga atau biaya tinggi, kondisi tersebut juga perlu diperhitungkan dalam menyusun anggaran.
Prioritaskan kebutuhan pokok dan kewajiban pembayaran terlebih dahulu, kemudian tentukan jumlah tabungan yang realistis.
Menabung Tidak Harus Dimulai dengan Jumlah Besar
Pada akhirnya, kemampuan menabung setiap orang berbeda.
Orang dengan penghasilan besar belum tentu memiliki tabungan jika pengeluarannya juga besar. Sebaliknya, seseorang dengan penghasilan terbatas tetap dapat membangun kebiasaan menabung jika mampu mengatur uang secara disiplin.
Karena itu, jangan menjadikan nominal tabungan orang lain sebagai patokan utama.
Mulailah dari kemampuan sendiri, tentukan tujuan yang jelas, dan lakukan secara konsisten.
Jika pemasukan saat ini memang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, fokus juga perlu diarahkan pada peningkatan pendapatan dan pengendalian pengeluaran.





